Sabtu, 23 Januari 2010

RENCANA PELAKSANAAN PENGAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas/Semester : XI / II
Standar Kompetensi : 11. Memahami ketentuan Islam tentang pengurusan jenazah
Kompetensi Dasar : 11.2 Mendemontrasikan tata cara pengurusan jenazah
Indikator : Siswa mampu mendemontrasikan tata cara;
• Memandikan jenazah
• Mengafani jenazah
• Mensholatkan jenazah
• Menguburkan jenazah
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 x pertemuan )

Tujuan Pengajaran
1. Siswa mampu mendemontrasikan tata cara memandikan jenazah.
2. Siswa mampu mendemontrasikan tata cara mengafani jenazah.
3. Siswa mampu mendemontrasikan tata cara mensholatkan jenazah.
4. Siswa mampu mendemontrasikan tata cara menguburkan jenazah.

Kegiatan Awal (Entering Behavior)
1. Guru mengarahkan siswa ke Mushalla secara bersama-sama.
2. Guru menanyakan kepada siswa, pernahkah melihat dan membaca buku-buku fiqih atau menonton Vidio CD tentang tata cara pengurusan jenazah.



Materi Pengajaran : Mendemontrasikan Tata Cara Pengurusan Jenazah
1. Tata cara memandikan
a. Jenazah di baringkan di tempat yang tinggi, seperti ranjang atau balai-balai yang di atasnya sudah diletakkan lima atau enam buah potongan batang pisang (bantalan).
b. Jenazah di mandikan ditempat yang tertutup. Selain yang memandikan dan yang membantu memandikan dilarang melihat.
c. Ketika dimandikan, jenazah hendaknya di pakaikan kain basahan (sebaiknya kain sarung) agar auratnya tidak mudah terbuka.
d. Setelah jenazah di letakkan di atas pohon batang pisang lalu dengan menggunakan air dan sabun mandi, jenazah dibersihkan dari najis yang melekat ditubuhnya atau yang mungkin keluar dari duburnya (setelah perutnya ditekan). Sesudah itu dubur jenazah di bersihkan hingga bersih dengan tangan kiri yang memakai sarung tangan. Kemudian sarung tangan yang dikenakan diganti dengan sarung tangan bersih dan dengan menggunakan anak jari tangan kiri yang memakai sarung tangan, gigi dan mulut jenazah di bersihkan.
e. Setelah jenazah di bersihkan dari najis serta gigi dan mulutnya dibersihkan lalu dengan menggunakan air dan sabun mandi, seluruh tubuh jenazah dari rambut kepala sampai telapak kaki dimandikan sampai bersih. Ketika memandikan jenazah di sunnahkan mendahulukan sebelah kanan, baru kemudian bagian badannya yang sebelah kiri, juga di sunnahkan jenazah tersebut di mandikan tiga kali atau lima kali.
f. Setelah jenazah selesai dimandikan, kemudian di rapikan rambutnya serta wuduknya sebagaimana wuduk biasa. Kemudian badannya dikeringkan dengan memakai handuk maka selesailah tahapan memandikan jenazah.


2. Tata cara mengafani jenazah
a. Mula-mula dihamparkan selembar tikar diatas lantai, lalu di bentangkan empat utas tali diatasnya, kira-kira letaknya di tempat kepala, tangan, lutut, dan mata kaki jenazah yang hendak di kafani.
b. Hamparkan diatas tikar tersebut kain kafan yang sudah di siapkan sehelai-sehelai dan setiap helainya di beri harum-haruman.
c. Jenazah hendaknya diolesi kapur barus halus, kemudian diletakkan di atas hamparan kain kapan yang sudah disediakan. Kedua tangan jenazah diletakkan diatas dadanya, tangan kanan diatas tangan kiri atau di bolehkan juga kedua tangannya di luruskan kebawah. Lalu tempelkan kapas secukupnya pada bagian muka jenazah, pusarnya, kelaminnya dan duburnya.
d. Setelah itu seluruh tubuh jenazah di balut dengan kain kafan sampai rapi, lalu diikat dengan empat utas tali yang sudah disiapkan yaitu dibagian atas kepala, lengan, dan mata kakinya.
3. Tata cara mensholatkan jenazah
a. Berniat untuk sholat jenazah.
b. Takbir empat kali
c. Membaca surah al-Fatihah sesudah takbir pertama (takbiratul ihram).
d. Membaca shalawat setelah takbir kedua.
e. Membaca doa setelah takbir ketiga.
f. Berdoa setelah takbir keempat
g. Salam
4. Tata cara menguburkan jenazah
a. Sebelum jenazah diberangkatkan hendaknya lubang kubur dan lubang lahat sudah selesai di buat.
b. Setelah sampai dimakam jenazah (masih dalam usungan) diletakkan dipinggir atas lubang kubur sebelah kiblat, sejajar dengan lubang kubur.
c. Kemudian tiga laki-laki muslim (keluarga dekat jenazah) turun ke lubang kubur dan tiga lainnya berdiri diatas menghadap jenazah
d. Kemudian mengangkat dan menyerahkan jenazah kepada tiga orang yang berdiri di lubang kubur. Kemudian jenazah di letakkan dengan hati-hati di lubang lahat dengan posisi miring kepala di sebelah utara, kaki menjulur kesebelah selatan menghadap kiblat dan ketika jenazah di masukkan kedalam lubang lahat di sunnahkan membaca doa.
e. Kemudian keempat utas tali tersebut di lepas dan kain kafan yang menutup mukanya di singkapkan lalu di azankan, setelah itu jenazah di tutup dengan papan atau bambu lalu di timbun tanah.

Langkah-Langkah Kegiatan Proses Belajar Mengajar
A. Langkah Pertama
1. Guru menjelaskan sekelumit materi pada minggu yang lalu (teori tentang pengurusan jenazah).
2. Menjelaskan Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan di capai.
3. Guru memutarkan kaset video CD tentang tata cara pengurusan jenazah.
4. Guru mendemontrasikan tentang tata cara pengurusan jenazah kemudian siswa melihat dan menyimak apa yang dilakukan atau diperagakan.
B. Langkah Kedua
1. Guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari 6-7 orang.
2. Guru menyuruh siswa untuk menyiapkan alat-alat pendukung proses demontrasi.
3. Guru mengontrol proses demontrasi yang dilakukan siswa tentang tata cara pengurusan jenazah.



C. Langkah Ketiga
1. Guru menyuruh siswa untuk bertanya dimana letak kesulitan dan kekeliruan tentang proses demontrasi yang telah dilakukan.
2. Guru bersama-sama dengan siswa mendiskusikan hal-hal yang masih menimbulkan kerancuan atau kesalahan dalam proses demontrasi yang telah di lakukan sebelumnya.
3. Pemutaran ulang vidio CD tentang tata cara pengurusan jenazah.
4. Guru menyuruh siswa yang dianggap kompeten untuk mendemontrasikan kembali tata cara pengurusan jenazah kemudian siswa yang lain menyimak dan memperhatikan.
5. Guru menyimpulkan akhir proses demontrasi yang dilakukan siswa.
6. Guru menugaskan kepada siswa untuk membaca buku-buku Fiqih yang berkenaan dengan tata cara pengurusan jenazah.

Alat/Sumber
1. Buku Paket Pendidikan Agama Islam SMU Kelas XI
2. Fiqih Islam, Sulaiman Rasyid
3. Kumpulan Doa dan lain-lain
4. Alat Peraga pendukung kain kafan, boneka dan lain sebagainya.







Evaluasi/Penilaian
1. Guru mengambil sampel 50% secara acak dengan mengambil dua kelompok yang terdiri dari 6-7 orang, lalu masing-masing kelompok mendemontrasikan tentang tata cara pengurusan jenazah Muslim dari saat memandikan sampai kepada menguburkan!
2. Guru mengambil nilai secara rata-rata dan nilai-nilai tersebut menjadi penilaian masing-masing siswa
3. Dari hasil tersebut guru dengan secara mudah menafsirkan atau menggambarkan peresentasi tingkat pencapaian pada materi tentang proses demontrasi tentang cara pengurusan jenazah.







Jayapura, November 2009


Mengetahui,

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran




__________________ ___________________
NIP. NIP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar